Kamis, 27 November 2014

Menjadi guru yang Profesional






BAB I
PEMBAHASAN
MENJADI GURU YANG PROFESIONAL


A.    Definisi Guru

      Menurut J.E.C. Gericke dan T. Roorda yang telah di kutip oleh Ir. Poedjawijatna, menerangkan bahwa guru berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya berat, besar, penting, baiik sekali, terhormat dan pengajar. Dalam bahasa inggris guru sama dengan teacher. Dan dalam pandangan masyarakat jawa, Gu diambil daripada perkataan gugu bermakna boleh dipercayai manakala Ru diambil daripada perkataan tiru yang bermaksud boleh diteladani atau dicontohi.
Menurut Earl v. pullias and james D. Young menjelaskan, “The teacher teaches in the centuries-old sense of teaching. He helps the developing student to learn things he does not know and to understand what he learns”. Artinya “Dalam berabad-abad guru mengajarkan rasa pengajaran, ia membantu mengembangkan siswa untuk belajar sesuatu yang tidak dia ketahui dan untuk memahami apa yang dia pelajari”
Menurut Ahmad tafsir, bahwa pendidik dalam islam sama dengan teori di barat, yaitu siapa saja yang bertanggung jawab terhadap perkembangan anak didik, baik potensi kognitif, afektif maupun psikomotorik itu di sebut sebagai seorang Guru.
Menurut Zakiah Daradjat, Guru yaitu sebagai pendidik professional, sebab ia telah merelakan dirinya menerima dan memikul sebagian tanggung jawab pendidikan yang terpikul di pundak para orang tua. Menurut hadari naawi bahwa Guru adalah orang yang mengajar atau memberikan pelajaran di sekolah (kelas).

Jadi Guru adalah Orang yang mengajar atau seseorang yang boleh ditiru perkataannya, perbuatannya, tingkah lakunya, pakaiannya, amalannya dan boleh dipercayai bermaksud keamanahan yang dipertanggungjawabkan kepadanya untuk dilakukan dengan jujur. Dan orang yang pernah memberikan suatu ilmu atau pendidikan kepada yang lain itu dapat di sebut juga sebagai guru.





Guru juga tidak hanya memberikan materi di depan kelas saja, akan tetapi ia juga harus aktif dan berjiwa kreatif dalam mengarahkan perkembangan muridnya. Tugas guru bukan hanya bertindak sebagai pengajar, tetapi ia juga bisa menjadi motivator dan fasilitator proses belajar mengajar yaitu realisai atau aktualisasi potensi-potensi manusia agar dapat mengimbangi kelemahannya.

B.     Definisi Profesionalisme
Profesionalisme adalah suatu pemahaman yang mengajarkan bahwa setiap pekerjaan harus di lakukan oleh orang yang profesionalisme, yaitu orang yang memiliki profesi masing-masing.  Professional yaitu seorang guru, yang ahli dalam bidang keilmuan yang dikuasainya dituntut bukan hanya sekedar mampu menransfer keilmuan ke dalam diri anak didik, tetapi juga mampu mengembangkan potensi yang ada dalam diri poserta didik. Maka, bentuk pembelajaran kongkret dan penilaian secara komprehensif diperlukan untuk bisa melihat siswa dari berbagai perspektif.
Persiapan pembelajaran menjadi sesuatu yang wajib dikerjakan, dan pelaksanaan aplikasi dalam kelas berpijak kepada persiapan yang telah dibuat dengan menyesuaikan terhadap kondisi setempat atau kelas yang berbeda. Kepedulian untuk mengembangkan kemampuan afektif, emosional, social dan spiritual siswa, sesuatu yang vital untuk bisa melihat kelebihan atau keungulan yang terdapat dalam diri anak. Peserta didik diberi kesempatan untuk mengembangkan diri dan menemukan aktualisasi sehingga tumbuh rasa percaya diri.
Apa itu Profesi ?
Profesi yaitu sebagai kata benda yang berarti bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian tertentu. Profesional sebagai kata sifat berarti memerlukan kepandaian khusus untuk melaksanakannya. Secara etimologi, profesi berasal dari istilah bahasa Inggris profession atau bahasa Latin profecus yang artinya mengakui, pengakuan, menyatakan mampu atau ahli dalam melaksanakan pekerjaan tertentu (Sudarwan Danin, 2002:20).





Mengutip pendapat Ornstein dan Levine,  Soetjipto (2004;15) mengemukakan bahwa profesi adalah memerlukan bidang ilmu dan keterampilan tertentu diluar jangkauan khalayak ramai (tidak semua orang dapat melakukannya) dan memerlukan pelatihan khusus dengan waktu yang panjang.
Selanjutnya Nana Sudjana (Uzer Usman, 2001:14) berpendapat bahwa pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang khusus dipersiapkan untuk itu dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak dapat memperoleh pekerjaan lain.
 Dari beberapa pendapat para ahli diatas tentang pengertian profesional, maka dapatlah diambil suatu kesimpulan bahwa profesi adalah orang yang terdidik dan terlatih dengan baik serta memiliki pengalaman yang kaya dibidangnya.
Menurut Muchtar Luthfi dari Universitas Riau, Seseorang bisa di sebut memiliki profesi jika ia memenuhi criteria seperti berikut ini :
1.      Mempunyai keahlian, jadi suatu profesi itu harus memiliki keahlian yang di peroleh dengan cara mempelajarinya secara khusus.
2.      Profesi dipilih karena panggilan hidup  yang dirasakan sebagai kewajiban. Artinya profesi itu bukan karena panggilan uang, ataupun kedudukan dan lain-lain.
3.      Memiliki teori-teori yang baku secara Universal, maksudnya profesi itu di jalani menurut aturan yang jelas, di kenal umum dan terbuka. Dan pegangannya itu di akui  secara universal, jika profesi yang seluruh teorinya hanya bersifat sementara itu di sebut belum memenuhi ketentuan untuk menjadi profesi. Maka dari itu teori sementara harus terlebih dahulu lolos dalam eksperimen.
4.      Profesi adalah untuk masyarakat, bukan untuk diri sendiri. Maksudnya profesi ituadalah alat untuk mengabdikan diri kepada masyarakat, bukan untuk kepentingan diri sendiri seperti untuk mengumpulkan uang atau mengejar kedudukan.
5.      Profesi harus di lengkapi dengan kecakapan diagnostik dan kompetisi aplikatif.
6.      Memegang profesi itu memiliki otonomi dalam melakukan profesinya.
7.      Profesi  sebaiknya memiliki kode etik, untuk di jadikan pedoman dalam melakukan tugas profesi.
8.      Profesi harus mempunyai klien yang jelas maksudnya pemakaian jasa profesi.





C.    Menjadi Guru Yang Profesional
Seorang Guru Profesional itu harus mempunyai kompetensi kepribadian dimana hal tersebut adalah kemampuan kepribadian yang stabil dan dewasa, arif, bijaksana, berakhlak mulia dan berwibawa. Seorang guru juga harus mempunyai kompetensi profesional yang merupakan kemampuan dalam menguasai materi pembelajaran yang luas dan mendalam.
Kemampuan menguasai materi antara lain tentang konsep dan struktur materi ajar, materi ajar yang ada di dalam kurikulum, hubungan konsep antar mata pelajaran terkait. Guru profesional juga harus mempunyai kompetensi sosial yang merupakan kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat.
Ada beberapa kriteria untuk menjadi guru profesional:

a.       Memiliki skill/keahlian dalam mendidik atau mengajar
Menjadi guru mungkin semua orang bisa. Tetapi menjadi guru yang memiliki keahlian dalam mendidikan atau mengajar perlu pendidikan, pelatihan dan jam terbang yang memadai. Dalam kontek diatas, untuk menjadi guru seperti yang dimaksud standar minimal yang harus dimiliki adalah:
·         Memiliki kemampuan intelektual yang memadai
·         Kemampuan memahami visi dan misi pendidikan
·         Keahlian mentrasfer ilmu pengetahuan atau  metodelogi pembelajaran
·         Memahami konsep perkembangan anak/psikologi perkembangan
·         Kemampuan mengorganisir dan problem solving
·         Kreatif dan memiliki seni dalam mendidik
b.      Personaliti Guru
Profesi guru sangat identik dengan peran mendidik seperti membimbing, membina, mengasuh ataupun mengajar. Ibarat sebuah contoh lukisan yang akan ditiru oleh anak didiknya. Baik buruk hasil lukisan tersebut tergantung dari contonya.





c.        Memposisikan profesi guru sebagai  The High Class Profesi
Di negeri ini sudah menjadi realitas umum  guru bukan menjadi profesi yang berkelas baik secara sosial maupun ekonomi. Hal yang biasa, apabila menjadi Teller di sebuah Bank, lebih terlihat high class dibandingkan guru. jika ingin menposisikan profesi guru setara dengan profesi lainnya,  mulai di blow up bahwa profesi guru strata atau derajat yang tinggi dan dihormati dalam masyarakat.
Program Profesionalisme Guru
  • Pola rekruitmen yang berstandar dan selektif.
  • Pelatihan yang terpadu, berjenjang dan berkesinambungan (long life eduction).
  • Penyetaraan pendidikan dan membuat standarisasi mimimum pendidikan.
  • Pengembangan diri dan motivasi riset.
  • Pengayaan kreatifitas untuk menjadi guru karya (Guru yang bisa menjadi guru).

Syarat-syarat Profesional
Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia I pada tahuan 1988 (Made Pidarta, 2000:266) menentukan syarat-syarat suatu pekerjaan profesional sebagai berikut :
(1)   atas dasar panggilan hidup yang dilakukan sepenuh waktu serta untuk jangka waktu yang lama,
(2)   telah memiliki pengetahuan dan keterampilan khusus,
(3)   dilakukan menurut teori, prinsip, prosedur, dan anggaan-anggapan dasar yang sudah baku sebagai pedoman dalam melayani klien,
(4)   sebagai pengabdian kepada masyarakat, bukan mencari keuntungan finansial, 
(5)   memiliki kecakapan diagnostik dan kompetensi aplikatif dalam melayani klien,
(6)   dilakukan secara otonom yang bisa diuji oleh rekan-rekan seprofesi,
(7)   mempunyai kode etik yang dijunjung tinggi oleh masyarakat, dan
(8)   pekerjaan yang dilakukan untuk melayani mereka yang membutuhkan
                  
Muchlas Samani dkk (2003:3-4) mengemukakan syarat-syarat profesi meliputi:
(1)    memiliki fungsi yang signifikan dalam kehidupan masyarakat dimana profesi berada,

(2)    memerlukan keahlian dan keterampilan tertentu yang tidak dapat dijangkau oleh masyarakat awam pada umumnya,

(3)    keahlian yang diperlukan dikembangkan berdasarkan disiplin ilmu yang jelas dan sistematik,
(4)    memerlukan pendidikan atau pelatihan yang panjang, sebelum seseorang mampu memangku profesi tersebut,
(5)    memiliki otonomi dalam membuat keputusan yang terkait dengan ruang lingkup tugasnya,
(6)    memiliki kode etik jabatan yang menjelaskan bagaimana profesi itu harus dilaksanakan oleh orang-orang yang memegangnya,
(7)    memiliki organisasi profesi yang merupakan tempat pemegang profesi berasosiasi dan mengembangkan profesi tersebut.

Strategi Menjadi Guru Profesional
1.      Berpartisipasi didalam pelatihan atau in servie training.
2.      Membaca dan menulis jurnal atau makalah ilmiah lainnya
3.      Berpartisipasi di dalam kegiatan pertemuan ilmiah
4.      Melakukan penelitian seperti PTK.
5.      Partisipasi di dalam organisasi/komunitas profesional.
6.      Kerjasama dengan tenaga profesional lainnya di sekolah

GURU PROFESIONAL
Semangat mengajar
                      Tujuan jelas untuk mengajar
                      Keterampilan yang disiplin
                      Punya keterampilan manejemen yang baik
                      Berkomunikasi baik dengan orang tua.
                      Punya harapan yang tinggi kepada siswanya.
                      Pengetahuan tentang kurikulum.
                      Pengetahuan tengtang subyek yang mau diajarkan
                      Selalu memberikan yang terbaik dalam proses pembelajaran.           
                      Punya hubungan yang berkualitas terhadap murid-muridnya.



a.       Selalu punya energi untuk siswanya
Seorang guru yang baik menaruh perhatian pada siswa di setiap percakapan atau diskusi dengan mereka. Guru yang baik juga punya kemampuam mendengar dengan seksama.
b.   Punya tujuan jelas untuk Pelajaran
Seorang guru yang baik menetapkan tujuan yang jelas untuk setiap pelajaran dan bekerja untuk memenuhi tujuan tertentu dalam setiap kelas.
c.   Punya keterampilan mendisiplinkan yang efektif
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan disiplin yang efektif sehingga bisa mempromosikan perubahan perilaku positif di dalam kelas.
d.   Punya keterampilan manajemen kelas yang baik
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan manajemen kelas yang baik dan dapat memastikan perilaku siswa yang baik, saat siswa belajar dan bekerja sama secara efektif, membiasakan menanamkan rasa hormat kepada seluruh komponen didalam kelas.
e.   Bisa berkomunikasi dengan Baik Orang Tua
Seorang guru yang baik menjaga komunikasi terbuka dengan orang tua dan membuat mereka selalu update informasi tentang apa yang sedang terjadi di dalam kelas dalam hal kurikulum, disiplin, dan isu lainnya. Mereka membuat diri mereka selalu bersedia memenuhi panggilan telepon, rapat, email dan sekarang, twitter.
f.    Punya harapan yang tinggi pada siswa nya
Seorang guru yang baik memiliki harapan yang tinggi dari siswa dan mendorong semua siswa dikelasnya untuk selalu bekerja dan mengerahkan potensi terbaik mereka.
g.   Pengetahuan tentang Kurikulum
Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan mendalam tentang kurikulum sekolah dan standar-standar lainnya. Mereka dengan sekuat tenaga memastikan pengajaran mereka memenuhi standar-standar itu.
h.   Pengetahuan tentang subyek yang diajarkan.Hal ini mungkin sudah jelas, tetapi kadang-kadang diabaikan. Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan yang luar biasa dan antusiasme untuk subyek yang mereka ajarkan.
Mereka siap untuk menjawab pertanyaan dan menyimpan bahan menarik bagi para siswa, bahkan bekerja sama dengan bidang studi lain demi pembelajaran yang kolaboratif.

i.    Selalu memberikan yang terbaik untuk Anak-anak dan proses Pengajaran
Seorang guru yang baik bergairah mengajar dan bekerja dengan anak-anak. Mereka gembira bisa mempengaruhi siswa dalam kehidupan mereka dan memahami dampak atau pengaruh yang mereka miliki dalam kehidupan siswanya, sekarang dan nanti ketika siswanya sudah beranjak dewasa.
j.    Punya hubungan yang berkualitas dengan Siswa
Seorang guru yang baik mengembangkan hubungan yang kuat dan saling hormat menghormati dengan siswa dan membangun hubungan yang dapat dipercaya.

Strategi Menjadi Guru Profesional
Sejalan dengan hal di atas, seorang guru harus terus meningkatkan profesionalismenya melalui berbagai kegiatan yang dapat mengembangkan kemampuannya dalam mengelola pembelajaran maupun kemampuan lain dalam upaya menjadikan peserta didik memiliki keterampilan belajar, mencakup keterampilan dalam memperoleh pengetahuan (learning to know), keterampilan dalam pengembangan jati diri (learning to be), keterampilan dalam pelaksanaan tugas-tugas tertentu (learning to do), dan keterampilan untuk dapat hidup berdampingan dengan sesama secara harmonis (learning to live together).

Berangkat dari makna  dan syarat-syarat profesi sebagaimana dijelaskan pada bagian terdahulu, maka dalam rangka pengembangan profesionalisme guru secara berkelanjutan dapat dilakukan dengan berbagai strategi antara lain :

1.       Berpartisipasi didalam pelatihan atau in servie training.
Bentuk pelatihan yang fokusnya adalah keterampilan tertentu yang dibutuhkan oleh guru untuk melaksanakan tugasnya secara efektif. Pelatihan ini cocok dilaksanakan pada salah satu bentuk pelatihan  pre-service atau in-service. Model pelatihan ini berbeda dengan pendekatan pelatihan yang konvensional, karena penekanannya lebih kepada evaluasi performan nyata suatu kompetensi tertentu dari peserta pelatihan.



2.       Membaca dan menulis jurnal atau makalah ilmiah lainnya.
Dengan membaca dan memahami banyak jurnal atau makalah ilmiah lainnya dalam bidang pendidikan yang terkait dengan profesi guru, maka guru dengan sendirinya dapat mengembangkan profesionalisme dirinya.

Selanjutnya untuk dapat memberikan kontribusi kepada orang lain, guru dapat melakukan dalam bentuk penulisan artikel/makalah karya ilmiah yang sangat bermanfaat bagi pengembangan profesionalisme guru  yang bersangkutan maupun orang lain.

3.       Berpartisipasi di dalam kegiatan pertemuan ilmiah.
Pertemuan ilmiah memberikan makna penting untuk menjaga kemutakhiran (up to date) hal-hal yang berkaitan dengan profesi guru. Tujuan utama dari kegiatan pertemuan ilmiah adalah menyajikan berbagai informasi dan inovasi terbaru  di dalam suatu bidang tertentu. Partisipasi guru pada kegiatan tersebut akan memberikan kontribusi yang berharga dalam membangun profesionalisme guru dalam melaksanakan tanggung jawabnya.

4.       Melakukan penelitian seperti PTKPartisipasi di dalam organisasi/komunitas.
Penelitian tindakan kelas yang merupakan studi sistematik yang dilakukan guru melalui kerjasama atau tidak dengan guru lain dalam rangka merefleksikan dan sekaligus meningkatkan praktek pembelajaran secara terus menerus juga merupakan strategi yang tepat untuk meningkatkan profesionalisme guru.
Berbagai kajian yang bersifat reflektif  oleh guru yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional, memperdalam pemahaman terhadap tindakan yang dilakukan dalam melaksanakan tugasnya, dan memperbaiki kondisi dimana praktek pembelajaran berlangsung  akan bermanfaat sebagai inovasi pendidikan. Dalam hal ini guru diberdayakan untuk mengambil berbagai prakarsa profesional secara mandiri dengan penuh percaya diri. Jika proses ini berlangsung secara terus menerus,  maka akan berdampak pada peningkatan profesionalisme guru.



5.       professional.Kerjasama dengan tenaga profesional lainnya di sekolah
Ikut serta menjadi anggota orgnisasi profesional juga akan meningkatkan  profesionalisme seorang guru. Organisasi profesional biasanya akan melayani anggotanya untuk selalu mengembangkan dan memelihara profesionalismenya dengan membangun hubungan yang erat dengan masyarakat.
Dalam hal ini yang terpenting adalah guru harus pandai memilih suatu bentuk organisasi profesional yang dapat memberi manfaat utuh bagi dirinya melalui bentuk investasi waktu dan tenaga. Pilih secara bijak organisasi yang dapat memberikan kesempatan bagi guru untuk meningkatkan profesionalismenya.

6.       Kerjasama dengan tenaga profesional lainnya di sekolah
Seseorang cenderung untuk berpikir dari pada keluar untuk memperoleh pertolongan atau informasi mutakhir akan lebih mudah jika berkomunikasi dengan orang-orang di dalam tempat kerja yang sama. Pertemuan secara formal maupun informal untuk mendiskusikan berbagai isu atau permasalahan pendidikan termasuk bekerjasama berbagai kegiatan lain (misalnya merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi program-program sekolah) dengan kepala sekolah, orang tua peserta didik (komite sekolah), guru dan staf lain yang profesional dapat menolong guru dalam memutakhirkan pengetahuannnya.
Berpartisipasi di dalam berbagai kegiatan tersebut dapat menjaga keaktifan pikiran dan membuka wawasan yang memungkinkan guru untuk terus memperoleh informasi yang diperlukannya dan sekaligus membuat perencanaan untuk mendapatkannya. Semakin guru terlibat dalam prolehan informasi, maka guru semakin merasakan akuntabel, dan semakin guru merasakan akuntabel maka ia semakin termotivasi untuk mengembangkan dirinya.













BAB II
PENUTUP


A.    KESIMPULAN

Jadi, atas dasar pengertian ini Menjadi Guru yang profesional itu berbeda dengan pekerjaan lainnya, karena suatu profesi memerlukan kemampuan dan keahlian khusus dalam melaksanakan profesinya.
Menjadi Seorang Guru yang Profesional itu juga harus mempunyai kompetensi kepribadian, dimana hal tersebut adalah kemampuan kepribadian yang stabil dan dewasa, arif, bijaksana, berakhlak mulia dan berwibawa. Dan seorang guru harus mempunyai kompetensi profesional yang merupakan kemampuan dalam menguasai materi pembelajaran yang luas dan mendalam.
Kemampuan menguasai materi antara lain tentang konsep dan struktur materi ajar, materi ajar yang ada di dalam kurikulum, hubungan konsep antar mata pelajaran terkait. Guru profesional juga harus mempunyai kompetensi sosial yang merupakan kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat.














B.     KRITIK DAN SARAN
Alhamdulillah penulisan makalah ini telah selesai. jikalau ada kesalahan atau kekurangan kata dari penulisan ini, saya mohon ma’af dan mengharapkan bagi  pembaca makalah ini mampu memberikan saran maupun kritikan untuk perkembangan makalah ini jauh lebih baik lagi. Saya selaku penulis juga mengharapkan dosen dalam mata kuliah ini  dapat memberikan saran dan kritikan serta bimbingan untuk dapat menyusun makalah ini dengan sebaik baiknya dan dapat di baca oleh semua orang khusunya mahasiswa dan masyarakat luas.